Anda Doyan Bubble Tea ? Baca Ini...!!!

Sebuah penelitian dari University Hospital Aachen Jerman menemukan satu fakta bagi dunia kesehatan bahwa terdapat senyawa kimia pemicu kanke...

Tampilkan postingan dengan label Tukang Cuci. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tukang Cuci. Tampilkan semua postingan

Tekhnik Menjaga Mesin Cuci Anda Tetap Awet

Agar mesin cuci tetap awet perlu kita perhatikan cara penggunaannya dan setelah penggunaannya. Mesin cuci merupakan salah satu asset berharga dalam rumah tangga maupun bagi pengusaha laundry. Oleh karena itu perlu diperhatikan cara merawat dan menggunakan mesin cuci agar mesin cuci kita menjadi awet dan memiliki nilai manfaat yang lama. Berikut ini beberapa tips agar mesin cuci tetap awet.

1. Periksa saku-saku celana dan saku baju mungkin ada barang-barang seperti uang logam, bolpoin, flashdisk, peniti dan lain-lain yang dapat berbahaya bagi mesin cuci seperti menyumbat saluran pembuangan dan merusak silinder mesin.

2. Jangan menambah beban mesin cuci dengan memasukkan cucian melebihi kapasitas yang dianjurkan. Beban yang berlebihan akan memberatkan generator untuk memutar baling-baling mesin cuci dan akan merusak dynamo mesin cuci.

3. Jika pakaian yang akan diuci terdapat noda yang terlalu banyak sebaiknya dibersihkan dulu sebelum dimasukkan ke dalam mesin cuci agar mesin cuci tidak kotor dan tidak meninggalkan bau sehingga akan sulit membersihkannya.

4. Jangan menambah cucian saat mesin cuci sedang bekerja ( untuk mesin cuci top loading ) Bersihkan secara berkala tabung mesin cuci dengan membiarkan mesin cuci bekerja dengan mengisi tabung dengan air panas dan tanpa ada cucian apapun didalamnya. Setelah itu keringkan tabung dan bodi mesin cuci dengan lap kering.

5. Bersihkan secara berkala filter atau saringan kotoran yang menjadi tempat berkumpulnya kotoran hasil pencucian.

6. Untuk mencegah bau tak sedap dan pertumbuhan bakteri pada mesin cuci tempatkan mesin susi pada tempat yang kering/ tidak lembab dan tidak terkena matahari langsung. Biarkan pintu mesin cuci sedikit terbuka untuk menciptakan sirkulasi udara.

READ MORE - Tekhnik Menjaga Mesin Cuci Anda Tetap Awet

Hikmah Mencuci Tangan Ibu

Seorang sarjana muda yang cerdas membuat aplikasi untuk posisi manajerial disebuah perusahaan besar. Dia lulus pada interview tahap pertama, dan tahap selanjutnya adalah interview dengan jajaran direksi. 

Sang direktur menemukan prestasi-prestasi cemerlang dalam CV anak muda tersebut. Sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi, anak muda tersebut selalu mendapat peringkat pertama.

Melihat prestasi-prestasi tersebut, sang direktur pun bertanya: “Apakah Anda menerima beasiswa semasa sekolah dan kuliah?”

Anak muda itu menjawab : “Tidak pak….!”

Direktur bertanya lagi : “Apakah ayah Anda yang membayar biaya sekolah Anda?”

Anak muda itu menjawab : “Ayah saya telah meninggal dunia ketika saya baru berumur satu tahun. Seluruh biaya sekolah saya dibayarkan oleh Ibu saya..”

Lalu Direktur bertanya lagi : “Di mana ibumu bekerja?”

Dan anak muda itu menjawab : “Ibu saya bekerja sebagai seorang pencuci pakaian…”

Direktur itu meminta anak muda tersebut untuk menunjukkan tangannya. 

Dan anak muda itu memperlihatkan kedua telapak tangannya yang sangat halus. 

Melihat itu, Direktur bertanya lagi: “Pernahkah Anda membantu ibu Anda mencuci pakaian sebelumnya?”

Anak muda itu menjawab “Tidak pernah pak. Ibu saya selalu menginginkan saya belajar dan membaca banyak buku. Lagipula, Ibu mencuci baju jauh lebih cepat ketimbang saya”

Direktur tersebut kemudian berkata : “Saya punya satu permintaan. Sekarang anda pulang dan ketika nanti anda sampai di rumah, cuci dan bersihkan tangan ibumu, kemudian temui saya besok pagi.”

Anak muda tersebut merasa kesempatannya mendapat pekerjaan tersebut sangat besar. Karena itu ketika dia sampai di rumah, dengan begitu gembira ia meminta izin kepada ibunya agar ia boleh mencuci tangan beliau. 

Ibunya merasa sedikit asing, aneh, juga bahagia, dan perasaan-perasaan lainnya bercampur jadi satu.

Sang Ibu kemudian memberikan kedua tangannya kepada sang anak. Lalu anak muda tersebut membersihkan tangan Sang Ibu dengan perlahan.

Air matanya mulai menetes saat itu. Ini pertama kalinya ia menyadari bahwa tangan ibunya sudah penuh dengan kerutan, dan terdapat banyak memar dan kapalan di sana sini. Beberapa memar sepertinya terasa begitu sakit, sampai-sampai Sang Ibu meringis ketika memar tersebut dibersihkan.

Ini pertama kalinya anak muda tersebut menyadari bahwa kedua tangan yang sedang dibersihkan inilah yang digunakan Sang Ibu setiap hari untuk mencuci pakaian banyak orang, sehingga Sang Ibu dapat membiayai biaya sekolah anaknya.

Memar-memar dan kapalan yang ada di tangan sang ibu adalah harga yang harus dibayar atas kelulusan anak tersebut, atas prestasinya yang luar biasa, dan untuk masa depannya. Setelah selesai mencuci tangan sang ibu, anak muda tersebut diam-diam mencuci sisa baju yang belum sempat dicuci oleh ibunya. Dan malam itu, anak dan ibu tersebut berbincang sangat lama sekali.

Besok paginya, anak muda tersebut bergegas menemui sang direktur. 

Direktur tersebut menangkap air mata di wajah anak muda tersebut. 

Ia pun kemudian bertanya : “Bisa Anda ceritakan apa yang telah Anda lakukan kemarin dan apa pelajaran yang Anda dapat dari sana?”

Anak muda tersebut menjawab : “Saya mencuci tangan ibu saya, dan kemudian saya menyelesaikan sisa cucian ibu yang belum tercuci.“

“Tolong ceritakan perasaan Anda ketika itu” ujar Direktur lagi.

Lalu anak muda itu menjawab : ”Pertama, saya sekarang tahu apa arti apresiasi. Tanpa ibu saya, tidak akan pernah ada seorang saya hari ini.

Kedua, saya baru menyadari betapa sulit dan beratnya Ibu menjalani pekerjaannya. Dengan bekerja membantu Ibu, ternyata pekerjaan itu dapat meringankan beban ibu. Ketiga, saya datang hari ini untuk mengapresiasi betapa penting dan bernilainya hubungan keluarga.

”Mendengar itu lalu Direktur tersebut berkata: “Inilah yang saya cari dari seorang calon manager. 

Saya ingin merekrut seseorang yang dapat mengapresiasi dan menghargai bantuan orang lain, seseorang yang tahu persis perjuangan orang lain untuk mengerjakan sesuatu, dan seseorang yang tidak akan menempatkan uang sebagai tujuan hidup satu-satunya. 

Oleh karena itu mulai hari ini anda diterima bekerja disini…!”.

Subhanallah, bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mencintai ibu kita dengan tulus dan kita perhatikan sosok ibu kita yang telah banyak berkorban untuk kita?

Lakukan hal yang belum pernah kita lakukan untuk ibu kita, karena itu akan membuat ibu kita terkesan dan bahagia.

READ MORE - Hikmah Mencuci Tangan Ibu